JUDUL LINTANG TRENGGONO oleh Dalang Ki Anom Suroto.
Lakon Lintang trenggono yang dibawakan Oleh Dalang Kondang KI ANOM SUROTO sangat enak untuk didikmati dan padat akan pesan-pesan moral. Agar mudah untuk di ikuti maka saya ceritakan lakon atau babak demi bapak. Terimakasih Ki Anom yang melestarikan Budaya Luhur wayang Kulit. Mohon maaf apabila saya tidak tepat dalam menginterpretasikan lakon Lintang Trenggono.
Anak Raja Astina Prabu Duryudana yang bernama Lesmono mengalami sakit gandrung atau Asmara terhadap anak seorang pendhita bernama Resi Undagan di Desa Sendang kendhayakan yang bernama Endang Wandansari. Akan tetapi Endang Wandansari telah mempunyai suami yang bernama Bambang Joyo Wiyogo sehingga hal ini membuat kerabat Astina mencari cara bagaimana agar bisa di peristri oleh Raden Lesmana. Karena saru alias sembrono alias menabrak pagar ayu orang lain. Pandita Durna dan Patih Sengkuni membuat cara agar Lesmono dapat mewujudkan keinginannya. Maka akhirnya diutuslah para kurawa yang dipimpin oleh ratu ngawangga Basuseno dan ditemani yang lain seperti Kartomarmo, Dursasana, Aswatama agar bisa membawa Endang Wandansari. Caranya Resi Undagan diberi hukuman karena tidak ijin mendirikan padepokan di negara Astina.
Disebuah negara raksasa yaitu negara Purwocondro dengan ratu bernama Prabu Dewa Kusuma dan Patih kolosadyo yang juga adiknya dengan setyopatih Kolosadyoko. Negara ini diceritakan aman, tentram dan makmur. Walau negara raksasa tetapi Rajanya Prabu Dewa Kusuma tidak berwajah raksasa, belum memiliki permaisuri. Prabu Dewa Kusuma menginginkan seorang permaesuri yang bernama Lesmini. Lesmini adalah anak Prabu Duryudana dari negara Astina. Kemudian Prabu Dewa Kusuma mengutus punggawanya Dityokalamurko atau Ditykolomaroto mengantarkan surat lamaran ke Astina untuk melamar Lesmini. Sedangkan Prabu Dewakusuma dan yang lainnya mengikuti dari belakang sambil menunggu kabar dari Dityomurko.
Dalam perjalanan Raksasa yang dipimpin oleh Dityokalapracityoko bertemu dengan rombongan utusan Astina yang mau memanggil Resi Undagan yang dipimpin oleh Bambang Aswatomo. Belum lagi mengetahui apa maksudnya karena sama-sama tidak mau mengalah akhirnya terjadilah perkelahian antara Bambang Aswatama dan Dityokalpracityo. Aswatama mengalami kesulitan menghadapi Dityokalapracityoko dan meminta tolong kepada Dursasana untuk menghadapi bersama. Dityokalapracityoko mengalami kekalahan dan meminta tolong pada kakaknya Dityokalamurcityoko. Dityokalamurcityoko mengalami kesulitan menghadapi Dursasana dan meminta bantuan pada Patih Kolosadyo. Patih Kolosadyo dilawan oleh baseseno dan akhirnya utusan negara purwochondro mengalah mencari jalan lain lain untuk menuju kerajaan Astina.
Di Desa Turonggono Resi Undagan dan mantunya Endang Wandansari serta anak resi Bambang Joyo Wiguna sedang bercakap-cakap ditemani Semar, Gareng, Bagong. Bambang Joyo wiguna menceritakan bermimpi bahwa mata cincin lepas. Akhirnya panembahan meminta agar menantunya k bersemedi memohon pada sang pencipta untuk meminta arti dari mimpinya.
Pada saat itulah datanglah utusan Duryudana, Basuseno, memerintahkan agar panembahan dan anaknya Endang Wandansari agar datang sowan menghadap Prabu Duryudana. Akhirnya Panembahan dan Endang Pandansari berangkat pergi ke astina bersama rombongan. Melihat hal itu Petruk melapor kepada suaminya Joyo Wiguna bahwa Panembahan dan Endang Pandansari pergi ke Astina.
Petruk lapor ke Joyo Wiguna dan Joyo wiguna akhirnya mencegah dan ingin ikut ke astina, Akhirnya terjadi perang antara Joyo Wiyogo dan Aswatama dikeroyok juga dengan Dursasana dll. Joyo wiyogo tetap menang dan akhirnya prabu Basuseno mengeluatkan senjata untuk mengakhiri Joyo Wiyogo, Joyo Wiyogo tewas ditangan Basuseno, Punakawan menanggisi kematian Joyo Wiyogo. Punakawan membawa Mayat Joyo Wiyogo dibawa untuk mencari obat agar dapat menghidupkan Joyo Wiyogo.
Ketika sudah sampai di Astina Prabu Duryudana menanyakan perijinan kepada panembahan tentang berdirinya pertapan. Panembahan tidak memiliki ijin dan siap menerima hukuman. Prabu Duryudana tidak akan memberikan hukuman fisik tetapi anak mantu Endang Wandansari akan dijodohkan dengan anak Duryudana yaitu Raden Lesmono. Resi Undagan menanyakan pada Endang Wandansari apakah mau menjadi istri Raden Lesmono. Akan tetapi Endang Wandansari menolak dan lebih baik mati dari pada dijodohkan dengan Raden Lesmono. Kemudian Prabu Duryudana memerintahkan agar resi di beri hukuman, tetapi sang resi meminta agar Prabu Duryudana mencari sarana atau cara supaya Endang Wandansari mau dijodohkan dengan raden Lesmono. Akhirnya Prabu Duryudana memerintahkan Patih sengkuni untuk mencari dan memenuhi permintaan Resi Undagan yaitu mencari mantra atau sarana agar Endang Wandansari mau menjadi istri Raden Lesmono.
Punawakan membawa Joyo Wiguna untuk bisa dihidupkan oleh Begawan Lintang Trenggono dari Giri Puspo. Maka hiduplah Joyo Wiyogo dan oleh Begawan diangkat anak. Raden Joyo Wiguna disuruh istirahat, tiba-tiba datanglah Patih Sengkuni untuk mendapatkan mantra atau sarana untuk meluluhkan hati Endang Wandansari. Begawan lintang Trenggono memberikan Ali-ali atau cincin kepada Patih Sengkuni akan tetapi dengan syarat cincin itu harus dipakaikan oleh bapak Endang Wandansari. Begawan Lintang Trenggono cuma meminta kelak jika terjadi pernikahan antara Endang Wandasari dengan Lesmono maka minta agar dirinya diundang untuk menghadiri resepsi pernikahan. Patih Sengkuni pulang kembali ke Astina dan melaporkan hasil kinerjanya.
Patih sengkuni mengabarkan pada Prabu Duryudono bahwa sudah berhasil membawa sarana atau mantra. Cincin diberikan ke Resi Undagan, ketika diberikan cincin oleh Patih Sengkuni tiba-tiba Resi Undagan tidak kuat menerima cincin dan pingsan. Cincin berubah menjadi pakaian Woro Sembodro. Resi Undagan dirawat oleh istri Duryudono Banowati.
Raden Lesmana mencari-cari Endang Wandansari, oleh Patih Sengkuni agar sabar atau kalo ga bisa dipaksa saja. Raden Lesmana ketemu Endang Wandansari dan memaksa Endang Wandansari untuk melayani dirinya. Endang Wandansari lari terbirit-birit dan di kejar oleh Lesmana. Endang Wandansari ketemu dengan suaminya Joyo Wiyogo dan Bapak angkatnya Begawan Lintang Trenggono bersama istri angkat Nyi Pamengkat, juga Petruk. Raden lesmana meminta pada Bambang Joyo Wiyogo agar istrinya boleh di peristri tetapi ditolaknya. Terjadilah perkelahian antara Raden lesmana dan Bambang Joyo Wiyogo. Lesmana kalah berkelahi dengan Joyo Wiguna. Lesmana lari menghampiri Bapaknya dan meminta bantuan pada bapaknya.
Saat itu datanglah Raksasa utusan Prabu Dewa Kusuma menyampaikan surat yang isinya melamar anak perempuan yaitu Lasmini, Prabu duryudono memperbolehkan tetapi meminta syarat agar bisa membunuh Begawan Lintang Trenggono dan seluruh teman-temannya.
Raksasa Kalamaruto menyampaikan permintaan Prabu Duryudono pada Prabu Dewo Kusuma. Prabu Kusumo menyanggupi permintaan Prabu Duryudono dan mencari rombongan Begawan Lintang Trenggono.
Begawan Lintang Trenggono ke Astina ketemu istri Prabu Duryudono Banowati yang sudah meredakan Lesmono agar membatalkan perkawinan karena Suami Endang Wandansari sudah datang ke Astina.
Diluar keraton terjadi huru hara dimana Prabu Dewo Kusumo mengamuk mencari Begawan Lintang Trenggono. Melihat kejadian itu petruk melapor pada Banowati. Akhirnya Begawan Lintang Trenggono keluar untuk menghadapi prabu Dewo Kusumo demikian juga dengan Resi Undagan.
Terjadilah perang tanding antara Begawan Lintang Trenggono dan Prabu Dewo Kusumo. Ternyata Ketika terjadi perang keduanya berubah wujud. Lintang Trenggono menjadi Prabu Drawati Sri Kresno dan Dewo Kusuma menjadi Puntadewa.
Puntadewo menceritakan pada Lintang Trenggono kalau sedang mencari Arjuna karena karena Istri Woro Sembodro telah lama mencari-cari keberadaan sang suami Arjuna dan ingin bertemu.
Sementara Bambang Joyo wiyogo dan Patih Kolosetyoko bertarung habis-habisan pada saat itu ke duanya berubah wujud, Bambang Joyo Wiyogo berubah menjadi Abimanyu dan Patih Kolosetyoko berubah menjadi Gatutkaca
Resi Undhagan berperang melawan dengan Kolosetyo, Resi Undhagan berubah menjadi Arjuna dan Kolosetyo menjadi Werkudara.
Puntadewo menanyakan kenapa Arjuna pergi dan berubah wujud, Arjuna hanya ingin mengembara dan menharus pamit pada saudara.
Akhirnya semua pulang ke tempatnya masing-masing. Sebelumnya Prabu Duryudana mengajak untuk bersama-sama mengadakan syukuran. Pandawa tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
Untuk mendengarkasilahkan download disini



NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)
LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU
1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu (SMU, Kuliah, Sarjana, karyawan dll yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor.
3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://joinkerjaonline.blogspot.com/